Kesalahan Mini Swalayan – pengertian

Posted August 15, 2009 by ansbpi
Categories: Info

Tags:

Argamandha

Tidak jarang ditemukan di pinggir jalan terpampang plank nama bertuliskan nama toko yang di belakangnya ada embel-embel Mini Market. Contoh Johan Mini Market, Iwan Mini Market, 88 Mini Market dan sebagainya. Akan tetapi sangat jangggal rasanya kalau kita menemukan Arjuna Swalayan, Planet Swalayan. Apa yang janggal ?


Penggunaan kata Mini Market dan Mini Swalayan ini meskipun “maksudnya” sama akan tetapi bila dipergunakan sembarangan tanpa mengingat arti harfiah masing-masing akan terasa janggal dan rancu.

Kalimat Mini Market kalau kita ‘usik’ perkata menjadi mini = kecil , market = pasar diterjemahkan secara bebas mungkin arti pasar kecil. Mengingatkan seseorang akan pasar yang dimana tersedia beraneka macam produk diperjualbelikan. Ini berarti toko tersebut menjual variant barang yang cukup variatif sehingga besar kemungkinan produk yang dibutuhkan pelanggan akan ada. Pengertian yang muncul dibenak orang adalah konsep pengadaan barang : Barang-barang yang yang tersedia di toko tersebut cukup variatif.

Lantas apa maksud dari kalimat Mini Swalayan? Kalau kita terjemahkan perkata maka : mini = kecil, swalayan = melayani diri sendiri atau kalau yang dimaksud tempat maka pengertian swalayan itu toko. Dus, kalau dihubungkan apa pengertiannya menjadi : Toko Setengah melayani diri sendiri atau setengah dilayani ? atau Toko Kecil, atau Tempat Belanja Kecil ? Ribet kan artinya?

Sebenarnya Mini Market adalah strategi pengadaan barang sebuah toko. Sedangkan Mini Swalayan adalah konsep pelayanan kepada pelanggan – konsumen.

Ambil contoh : Johan mau membuka sebuah usaha dagang keperluan sehari-hari. Model usaha yang dia ingin lakukan adalah Toko. Toko tersebut akan menerapkan konsep mini market yakni menyediakan barang dengan pilihan yang variatif. Konsep pelayanan yang dia terapkan dalam melayani pembeli / konsumen adalah mini swalayan; yakni konsumen dapat mengambil barang-barang yang akan dibeli sendiri kemudian di bawa ke kasir. Akan tetapi untuk beberapa produk yang memerlukan perlakuan khusus akan dilayani secara langsung ( barang diambilkan untuk pembeli sesuai permintaan)

Dengan pola demikian sangat pantas Johan membuat plang nama toko :Johan Mini Market bukan di tulis menjadi Johan Mini Swalayan

Sukses Mengelola Bisnis Minimarket

Posted August 15, 2009 by ansbpi
Categories: Info

Tags:
Sinopsis

Masyarakat modern menyodorkan tuntutan baru akan tempat belanja: gerai nyaman, harga kompetitif, dan lokasi berada di dekat rumah atau perkantoran! Tak heran, bisnis minimarket menjamur di mana-mana, baik berupa waralaba maupun mandiri. Dan semua laku.

Anda benar. Bisnis minimarket memang sangat menggiurkan. Modal yang dibutuhkan tidak besar, sedangkan untung yang dijanjikan begitu besar.Jika sebuah minimarket sudah punya pelanggan loyal, sang pemilik tinggal duduk sambil minum teh menghitung laba.

Keputusan Anda benar. Sekaranglah saatnya untuk memulai membangun minimarket. Tidak ada alasan untuk menunda. Buku ini akan menuntun bagaimana Anda mengubah mimpi menjadi kenyataan: membangun minimarket mandiri, bukan waralaba.

Berbekal pengalaman membesarkan minimarket, penulis akan menunjukkan kepada Anda tahapan-tahapan membangun bisnis ini: mulai dari perencanaan lokasi, penghimpunan modal, strategi pemasaran (promotion, pricing, dan display), hingga laporan keuangan (return on invesment). Semuanya terpapar secara gamblang.

Selamat membangun minimarket!


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.